Terseraahhh
Baru menyadari.sesuatu, ternyata aku sering banget ngomong terserah dan gak tau apa yang aku mau aka ngikut aja. Awalnya kayak yauda sih akumah gampang ga neko-neko apa aja ayo dan boleh aja tapi semakin kesini kok kayaknya aku kayak gapunya prinsip yah i mean seperti tidak pernah berjuang untuk apa yang aku suka. Ternyata terserah itu bukan berarti orang tersebut fleksibel tapi lebih ke arah tidak mau berfikir.
Semalem liat video ditiktok penjelasan tentang lazy mind yang dihasilkan karena seorang ayah jarang berdialog dengan anaknya sehingga anaknya malas berfikir karena tidak terlibat aktif dengan anak. Aku bukannya menyalahi orang tua, konteks itu bukan yang mau aku bahas hari ini, tapi aku yang menyalah gunakan kata terserah ini dengan memakainya terlalu sering sehingga otak aku terbiasa untuk mengikuti arahan dan perintah, kayak engga ada minat gituloh. Ternyata feeling aku yang ngerasa ada yang ga beres betul adanya. Sepertinya aku harus berbenah untuk tidak selalu mengikut dan terserah terhadap apa yang ada.
Adakah yang merasakan hal yang sama? mungkin kalau ada sebaiknya kita mulai untuk membereskan mindset ini seperti mulai berpendapat, memperjuangkan apa yang kita suka bukan menyerah demi membahagiakan orang lain, siapa tau dengan mencoba opsi yang kita usulkan justru yang lain juga bisa menyukainya dan merasa senang, iya kan . hmm okedeh ternyata selama ini aku terjebak di dalam lazy mindset. Jom pelan-pelan kita berubah untuk melatih fikiran ini menjadi lebih kritis demi menuju hari esok yang lebih baik ea. see yaa aku mau otw ke kelas dulu sampai jumpa esok dengan tullisan abstract lainnya 😁
Komentar
Posting Komentar