Sore itu
Kemarin sore, habis beli makan diluar aku sama temen malay ku jalan lewat danau kampus, karena sambil nunggu maghrib untuk berbuka akhirnya kita duduk dulu ditepian danau, nyaman, tenang, adem, syahdu, engga kepikiran sama assignment assignment yang numpuk itu, disitu kita cerita, dari perkara urusan internship, urusan future life sampe perkara sejarah nabi, random banget tapi memang iya namanya juga cewe, paling seneng sama yang namanya ngomong.
Puncanya itu ketika aku sama dia ngomongin perihal rezeki, dia bilang boyfriend dia told that there is kesalahan pada stereotype dan konsep rezeki bagi umat islam kebanyakan. Konsep pemahaman tentang rezeki sudah diatur sama Sang Maha Penguasa. Alright kita semua yang memiliki tuhan pun tau kalau rejeki itu sudah diatur untuk setiap hamba-hambanya, ngga akan salah takar karena itu sudah dalam takaran Allah, tapi yang kebanyakan salah itu ketika menyikapinya, memang rezeki sudah diatur tapi kebanyakan orang malah bersantai dan hanya berfikir rezeki gaakan tertukar tapi dia ga berusaha maksimal untuk mendapatkannya, jadi kayak merasa terjamin tanpa mau bereffort untuk menujunya gitu, nanti giliran ga dikasih kasih ngerasanya seperti orang yang paling tersakiti, orang yang paling menyedihkan, orang yang paling tidak didengar doa nya padahal memang usahanya aja tidak ada apa-apanya dibanding ekspetasi dia yang merasa rezekinya sudah dijamin.
Terus lagi perihal kaya dan sombong, orang islam kebanyakan berfikiran gamau kaya karena nanti takut malah jadi sombong, mending segini aja berkecukupan dan menganggap kekayaan itu sesuatu yang berlebihan. Coba liat dulu dizaman nabi juga sahabat sahabat nabi banyak yang kaya tapi tetap beriman, banyak yang kaya tapi tetap rendah hati dan faham apa yang perlu dilakukan dengan kekayaan yang dia miliki itu. Makanya harusnya pemahaman kaya=sombong itu dielakan, tetap berambisi untuk menjadi orang muslim yang kaya bukan untuk menjadi sombong tapi agar bisa membantu yang lain, yang gapunya kesempatan yang sama seperti kesempatan yang kita dapatkan untuk bisa menjadi kaya.
Jadi orang berkecukupan itu memang nikmat dan pas gitu, puas dan cukup aja gitu rasanya tapi coba difikir ketika kamu jadi kaya dan beriman, harusnya justru kamu bisa lebih luas lagi menebar manfaat untuk orang lain. Btw kaya juga bukan selalu tentang uang yah, kaya ilmu juga bisa untuk menjadi bekal supaya bermanfaat bagi orang luas , nah biasanya kalau udah kaya ilmu tuh si harta ini bakalan ngikut. InsyaAllah.
Semoga ya aku kamu dan kita yang baca ini selalu dikaruniakan kekayaan oleh Allah baik itu kaya rezeki juga kaya ilmu dan pengalaman tujuannya ya agar bisa lebih bermanfaat bagi umat. alright see ya
Komentar
Posting Komentar