How if i be you?

Ternyata, setiap orang itu bertempur dengan rasanya masing-masing yah, gaada yang pernah tau apa yang sedang hati seseorang usahakan untuk memendam, melupakan dan memaafkan agar terlihat baik-baik in their cover.

Haloo kita ketemu lagi di hari ke 3. Aku dian, seseorang yang merasa selalu ditipu kalau ada temannya yang bilang "aku udah gak sama dia lagi", hahaha bulshit, begitulah responku kalau ada temanku yang bilang kalau dia sedang putus cinta. Karena apa, karena aku merasa kalau itu pasti bohong, selalunya setiap ada yang bilang begitu pasti setelah satu atau dua minggu aku pasti akan liat dia jalan lagi, posting lagi sama orang yang tadi dia bilang udah gaada hubungan apa-apa. Jadi, my feeling is actually still reasonable kan? hehe.

Malam tadi aku keluar untuk mencari makan malam bersama dua kawan ku, yang satu dia bilang dia sudah putus dengan pacarnya yang ada dikampus dan aku spontan bilang , halah paling nanti 1 atau 2 minggu kedepan aku juga bakal liat lagi kamu jalan sama dia. Dia jawab engga ih, aku udah blok dia dan aku timpalin, gaada yang menjamin ya blok di sosial media, toh kalian masih satu lingkungan. Seketika temanku yang satu lagi bilang kaya gini " jangan gitu di, you never know how the complicated feeling yang sebenernya dia alami untuk melakukan itu, because its hard untuk melupakan orang yang sebelumnya tuh ya memang hadir gitu jadi bagian dalam cerita hidup kita" dia juga lanjutin " kamu juga gasalah ko, karena orang mengharapkan konsistensi dari omongan lawan bicaranya itu". Alright, dia memang betul, we dont know what the effort that people already put to moved on. setidaknya aku gaboleh langsung denial kalau mereka bakalan balik lagi nantinya, cukup aja sebenernya buatku jawab "ih iya? beneran putus? kenapa? kamu sedih ya?" thats it, itu peranku sebagai teman perempuan yaitu untuk memvalidasi perasaannya. 

Setelahnya aku jadi mikir, dengan meletakan POV ku kalau aku jadi dia dan sebenernya aku juga pernah jadi kaya dia, and i know how that actual feeling. cuma karena udah lama dan sudah berlalu jadi udah lupa. padahal kalau diinget-inget lagi ( walaupun seharusnya tidak perlu untuk diinget lagi), aku juga dulu struggling sama perasaan aku sendiri, aku juga berusaha untuk memblok semua akses yang bisa ngehubungin aku ke orang itu lagi, aku juga dulu berusaha keras untuk melakukan itu, nahlo kan baru sadar, ternyata itu tuh bukan hal gampang yang bisa dia lakuin pada saat ini, itu semua effort untuk dia bisa jadi baik-baik aja. 

widii random thought hariini tentang perasaan, semoga aku, kamu dan kita bisa menjadi lebih baik ya dalam memahami perasaan satu sama lain. segini aja untuk hari ini sejujurnya aku masih harus mengerjakan tugas-tugasku huhu, doakan ya teman-teman, all the best and sukses terus untuk kalian yang baca ini.


Komentar

Postingan Populer