ANAK TUKANG SAYUR KULIAH DILUAR NEGRI? EMANG BISA?

Haloo perkenalkan nama aku Dian susilawati, akrab dipanggil dengan dian dan saat ini aku sedang menjalani kuliahku di tahun ketiga di Malaysia. hah? udah tahun ketiga aja, hehe iyanih Alhamdulillah. Disclaimer dulu ya teman-teman, aku buat tulisan ini karena aku sedang menchallenge diriku untuk menulis selama 31 hari dibulan januari ini. iyah betul, itulah kenapa sudah 3 tahun di Malaysia tapi tulisan ini baru ada karena memang aku baru mulai, hehehe.

Kita sudah perkenalan, selanjutnya kamu nyari apa disini? haha becanda yah, seperti yang kamu baca dijudul iya bener aku ini anak seorang tukang sayur, ibuku jagain warung dirumah dan bapaku yang biasanya belanja sayur dipasar buat nanti dijual diwarung, tapi itu dulu, sebelum bapak aku sakit. Doakan ya teman-teman supaya bapaku bisa sehat terus. aamiin

Jadi gimana kak caranya? Mulainya darimana? Apa yang kaka lakuin sampe bisa kuliah keluar negri dengan jalur beasiswa?. Jadi gini temen-temen, aku ini awalnya lulusan pondok pesantren, dipondok itu bahasa untuk anak SMA kelas 3 akhir itu disebut nihai, pas aku nihai ini, aku dan teman-temanku yang sudah mempunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah keluar negri saat itu sering kumpul, kumpul ngapain?, kami kumpul untuk bergantian meminjam laptop ustazah atau komputer BPS ( bagian pengurus santri ) untuk mencari informasi tentang beasiswa-beasiswa yang ada diluar negri. 

Setelahnya, kami bekerja sama untuk mengumpulkan berkas-berkas yang sekiranya diperlukan untuk dimasukan kedalam aplikasi pendaftaran, seperti transcript nilai, surat rekomendasi dan yang lainnya, terkadang kalau suratnya harus diminta ke pihak pesantren, kami koordinir dan nanti diwakilkan oleh satu orang yang akan minta langsung ke ustadz.

Nah, setelah punya informasi kemudian sudah punya berkas, tinggal daftar deh di portal-portal beasiswa yang sedang dibuka, waktu itu aku daftar ke ISDB,YTB,AIU dan satu lagi entah apa aku lupa tapi itu untuk beasiswa ke Turkiye, setelah masukin semua file ke portal portal yang ada, tinggal banyakin doa dan minta doa deh keorang tua dan ridho keorang orang disekitar kita, supaya aplikasi kita dilirik sama pihak beasiswa. Oiya, kalian juga harus siapin essay ya, karena biasanya diportal itu juga ada kolom untuk isi essay, biasanya tentang "apa rencana jangka panjang kamu untuk kedepannya, dan rencana setelah lulus kuliah kamu mau apa". 

Ikhtiar udah, tawakkal juga udah, Qadarullah waktu itu aku dapat konfirmasi untuk lanjut ke tahap interview dari AIU yaitu Albukhary International Univerisity, kampus ini ada di Alor setar, Kedah, Malaysia bagian utara dan Alhamdulillah mereka menerima aku untuk menjadi salah satu awardee yang bisa belajar disana sampai sekarang ini. Untuk part cara daftar dan tips nya aku akan bahas ditulisan selanjutnya ya temen temen, untuk sekarang aku mau cerita dulu apa yang aku dapat dari beasiswa AIU ini. Pertama, AIU ini provide full scholarship, untuk uang semester kami gaperlu bayar lagi setiap semesternya. kedua, tempat tinggal, tempat tinggalnya ini hostel yang masih disekitaran kampus, jadi bisa jalan aja ke kelas nya, gaperlu naik kendaraan. Ketiga, uang jajan perbulan, MasyaAllah deh jadi kamu yang keterima disini, tinggal bawa diri aja datang dan belajar. 

Overall, kita bisa rangkum ini semua menjadi seperti ini, langkah pertama itu harus perbanyak informasi, mana aja beasiswa yang mau dituju, kemudian siapkan berkas berkas yang sekiranya diperlukan untuk dimasukan kedalam portal aplikasi, uat essay yang menarik dan yess betul perbanyak doa dan didoakan, ga menutup kemungkinan untuk siapa aja bisa dapetin beasiswa diluar negri, selagi kamu mau mencoba dan mencari jalan untuk menuju impian kamu tersebut.

Alright, segitu dulu ya teman-teman untuk hariini sepertinya aku sudah banyak ngomong hehe. sekiranya ada yang mau ditanyakan atau mau sharing boleh spill di kolom komentar. see yaa babaayy

Komentar

  1. Wah MaasyaaAllah.. terlepas dari latar belakang yang mungkin terdengar sepele oleh sebagian orang.

    Bukan berarti bisa ngecilin cita-cita kita sendiri ya

    BalasHapus

Posting Komentar