Biografi sejarah

 KARAKTERISTIK KHALIFAH HARUN AR_RASYID

Penulis : Dian susilawati

Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah Bogor


Harun ar-rasyid lahir di rayy tahun 766 dan wafat pada tanggal 24 maret 809 di thus, khurasan, nama lengkap beliau adalah harun ar rasyid ibn Muhammad Al mahdi ibn Al manshur Al abbasi, ayahnya Muhammad Al mahdi dan ibunya adalah Al khayzuran. Beliau adalah khalifah kelima pada zaman kerajaan dinasti abbasiyah. 

Siapa yang tidak mengetahui bahwa islam pada zaman dahulu islam pernah berada pada masa yang sangat maju dan sangat gemilang yakni pada zaman Dinasti bani  abasiyah dengan berkhalifah kan tokoh yang sangat terkenal yaitu khalifah harun arrasyid, beliau dinobatkan oleh sang ayah sebagai putra mahkota untuk menjadi khalifah setelah saudara nya yaitu khalifah alhadi, tepat pada tanggal 14 September 786 masehi atau sama dengan 15 rabiul awwal tahun 170 hijriah, setelah khalifah alhadi wafat maka langsung digantikan oleh adiknya yaitu harun, saat itu harun ar rasyid baru berusia 22 tahun dan berkuasa selama 23 tahun lamanya. 

Meski berasal dari keturunan Dinasti abasiyah namun khalifah harun ar rasyid dikenal dekat dengan keluarga barmak dari persia (iran) , pada masa mudanya khalifah harun banyak belajar dari yahya ibn khalid di barmak, era pemerintahan harun pada saat itu dikenal sebagai masa keemasan islam (the golden Age of islam) , dimana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat keilmuan dan ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa pemerintahannya beliau melakukan berbagai macam strategi, diantaranya :

1. Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.

2. Membangun kota Baghdad yang terletak di antara sungai eufrat dan tigris dengan bangunan-bangunan megah.

3. Membangun tempat-tempat peribadatan.

4. Membangun sarana pendidikan, kesenian, kesehatan, dan perdagangan.

5. Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian.

6. Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan. 

7. memiliki seorang kadi (penasihat kerajaan) yang sangat cerdas yang dikenal dengan nama Abu Nawas. 


Banyak sekali karakteristik pemimpin yang bisa diambil melalui sosok khalifah harun ar rasyid ini, beliau sangat teladan, maka patut sekali untuk dijadikan contoh bagi para pemimpin, yang memimpin bangsa Indonesia ini ataupun partikel pemimpin paling kecil dalam masyarakat (kepala keluarga) . Sebagai seorang pemimpin, beliau selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan para ulama, ahli hukum, penulis, qari dan seniman, bahkan tidak sungkan untuk mengundang para tokoh-tokoh hebat itu ke istana, untuk mendiskusikan berbagai masalah. Beliau juga sangat menghargai setiap orang, itulah salah satu sebab  yang menjadikan masyarakat dari berbagai golongan begitu menghormati dan mencintai nya. 

Harun ar rasyid adalah pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat nya, sebagai muslim yang taat beliau selalu rajin dan tepat waktu dalam beribadah, bahkan ada yang mengatakan bahwa sang khalifah sangat lah gemar menjalankan ibadah sunnah, beliau bahkan sudah terbiasa melakukan sholat sunnah sampai seratus rakaat dalam setiap harinya, bahkan dua kali dalam setahun beliau selalu melakukan ibadah haji dan umroh dengan berjalan kaki ke mekkah, dan tak lupa pula selalu mengajak para ulama untuk ikut beribadah haji bersama dengannya. 

Khalifah harun ar rasyid sangatlah tegas terlebih kepada para pejabat yang mengalah gunakan kekuasaan nya untuk kepentingan pribadi/korupsi, beliau pasti akan langsung menghukum dan memenjarakan mentri tersebut jika terlibat dalam korupsi, kemudian harta yang di korupsi kan dikembalikan kepada negara dengan uang pribadi milik pihak yang terkena kasus korupsi tersebut, sehingga tidak ada yang berani untuk bermain-main dalam bangku pemerintahan, dan ini menjadikan negara tersebut damai juga tentram. 

Sikapnya tegas, mampu mengendalikan diri, tidak emosional, berperasaan sangat halus, dan toleran. Selain itu, Ia dikenal seagai serag Khalifah yang suka humor, beliau juga terkenal sebagai pemimpin yang pemurah dan dermawan. Banyak sejarawan menyamankannya dengan Khalifah Umar bin Abdul Azis dari Dinasti banu umayyah. Ia sering turun ke jalan-jalan di kota Baghdad pada malam hari melihat kehidupan sosial yang sebenarnya. Di masanya, tidak seorang pun yang kelaparan dan teraniaya, tanpa diketahui oleh Harun Ar-Rasyid. Kehidupan beliau adalah sebuah keteladanan sampai pernah dikatakan oleh Al manshur bin ammar bahwa "aku tidak melihat orang yang lebih mudah menitikan air mata saat berdzikir melebihi 3 orang dan salah satunya adalah khalifah harun ar rasyid, beliau sangat sangat tawadhu, walaupun menyandang gelar sebagai pemimpin kerajaan beliau tidak pernah serakah apalagi soal materi justru sebaliknya yaitu royal dan sangat dermawan kepada rakyatnya tanpa pilih kasih. 

Penyebab Kemajuan islam pada zaman khalifah harun ar rasyid ini salah satunya adalah dengan berkembang nya ilmu pengetahuan, di Baghdad bahkan menjadi kotanya pusat ilmu pengetahuan, beliau sangat royal termasuk dalam memberikan upah yang layak dan sesuai bagi para ilmuwan dan penerjemah, sehingga setelahnya muncul lah banyak filsuf-filsuf muslim yang ahli dan unggul diberbagai  bidang ilmu pengetahuan , contohnya seperti Ibnu Sina yang mana sampai sekarang kita masih mengetahui nya melalui sejarah bahwa beliau lah seorang filsuf yang ahli dalam bidang kedokteran. 

Begitu mulia akhlak seorang pemimpin pada masa dinasti abbasiyah ini sehingga bisa mengembangkan negri nya menjadi negri yang makmur, aman damai dan tentram. 

Alangkah bahagianya jikalau disetiap negri bisa memiliki pemimpin yang mempunyai akhlak mulia seperti sosok khalifah harun ar rasyid, pasti tidak akan terjadi segala sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di negri-negri ini khususnya Indonesia, hendaknya setiap orang yang sudah mendapatkan amanah untuk membangun negri dan mensejahterakan rakyat nya untuk belajar memperbaiki akhlak dan memantaskan diri, bagaimana menjadi pemimpin yang didambakan oleh rakyat nya, bukan sebaliknya justru memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. 

Dari karakteristik khalifah harun ar rasyid ini semoga setiap pribadi bisa belajar bagaimana caranya untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya, karena memang pada hakikatnya setiap dari manusia adalah pemimpin bahkan seorang istripun pemimpin bagi harta yang ditinggalkan oleh suami nya, maka dari itu setiap pemimpin harus bertanggungjawab terhadap apa yang dipimpin nya. Janganlah bangga dengan harta dan kekuasaan yang dimiliki di dunia karena pada dasarnya itu semua fana dan tidak akan kekal untuk Selama-lamanya, perbanyak dzikir dan ingat akhirat insya Allah hati dekat dan hidup pun akan selamat 

Komentar

Postingan Populer